Rabu, 12 April 2023

Pentingnya Investasi Saham, Terutama Anda yang Masih Muda

Pentingnya Investasi Saham, Terutama Anda yang Masih Muda

Sumber Gambar: pluang.com


Di zaman milenial ini, berinvestasi sudah menjadi suatu kebutuhan bagi semua kalangan. Bagi yang masih muda, Anda sudah harus mulai memikirkan investasi. Jangan menunggu investasi ketika sudah tua. 

Ketika bicara investasi, maka ada banyak sekali instrumen investasi yang bisa dicoba. Investasi umum yang diminati masyarakat adalah investasi dalam bentuk deposito, reksadana, obligasi, dan saham. 

Berikut beberapa pentingnya investasi saham: 

1. Pelipat-gandaan aset (uang) dalam jangka panjang 

Investasi saham memberikan Anda kesempatan untuk mengembangkan keuntungan dalam jangka panjang. Banyak saham yang punya kinerja baik, harga sahamnya terus naik dalam jangka panjang. Misalnya saham BBCA, BBRI, UNVR, di mana emiten-emiten tersebut memiliki kinerja yang baik, dan harga sahamnya terus naik dalam jangka panjang. 

Daripada hanya menyimpan dan mendiamkan uang Anda di tabungan, Anda bisa memanfaatkannya untuk investasi saham. Toh, investasi saham bisa dilakukan secara bertahap dengan modal kecil (nabung saham). 

Memang untuk mendapatkan keuntungan dalam investasi saham, Anda juga harus menggunakan strategi yang tepat (memilih saham yang benar), agar Anda bisa mencetak 

Mengapa dikatakan investasi saham memberikan kesempatan pelipatgandaan aset jangka panjang? Karena IHSG kita selama tren 5-10 tahun selalu naik / uptrend. Perhatikan chart IHSG 5 tahun berikut: 


IHSG
Anda bisa perhatikan IHSG yang selalu bergerak naik dalam jangka panjang, walaupun di dalam trennya tersebut, pasti juga terjadi tren turun. Ini adalah bagian dari fluktuatif harga saham. 

Memang tidak semua saham harganya naik mengikuti pergerakan IHSG jangka panjang. Oleh karena itu, seperti yang saya tuliskan sebelumnya, dalam investasi saham, Anda juga harus mencari perusahaan yang bagus untuk investasi. 

Tentu saja sukses dalam investasi saham (dan juga dalam bidang apapun) tidak bisa diraih secara instan. Pasti ada proses belajar, dan menambah modal secara bertahap. 

2. Investasi saham sebagai passive income 

Investasi saham bisa menjadi sarana untuk mendapatkan passive income (pendapatan pasif). Yup, dari investasi saham yang anda lakukan, anda bisa mendapatkan dividen rutin setiap tahun. 

Buat Anda yang ingin dapat passive income, Anda bisa mencari dan memilah perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja baik dan rutin membagikan dividen setiap tahun. 

3. Kesempatan memiliki perusahaan yang bagus 

Dengan investasi saham, Anda punya kesempatan untuk memiliki perusahaan yang punya kinerja bagus (dengan membeli sahamnya). Anda punya kesempatan untuk memiliki perusahaan-perusahaan ternama seperti Bank BCA, BNI, BRI. 

Atau perusahaan terkenal lainnya seperti Indofood, Telekomunikasi, dan lain-lain. Dan tentunya, Anda juga bisa mendapatkan profit jangka panjang dari saham-saham tersebut (poin 1 dan 2). 

Jadi kalau Anda sekarang ingin memulai investasi saham, namun masih ragu mengapa Anda harus memulainya, maka kini saatnya Anda harus mulai belajar investasi saham (analisis fundamental). 



Senin, 03 April 2023

Cara Tepat Raih Passive Income dari Saham

Cara Tepat Raih Passive Income dari Saham

Sumber Gambar: https://wartapenilai.id/


Banyak orang yang ingin belajar saham dengan tujuan bisa mendapatkan passive income. Tujuan tersebut sangatlah baik. Tapi, tentu saja Anda harus membeli saham dengan cara dan strategi yang benar, karena tidak semua saham berpotensi memberikan passive income dalam jangka panjang. 

Sebelum saya membahas lebih dalam, perlu Anda pahami bahwa keuntungan / profit yang bisa didapatkan dari saham itu ada dua: 

1. Kenaikan harga saham (jangka pendek / capital gain) dan jangka panjang
2. Dividen. 

Dengan kata lain, kalau Anda ingin dapat passive income, maka Anda harus menjadi INVESTOR SAHAM, bukan TRADER SAHAM. Mengapa? Karena passive income bisa didapatkan dengan cara menyimpan saham dalam jangka panjang (minimal 1 tahun). 

Selama jangka panjang tersebut, Anda nantinya akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham itu sendiri, plus dapat dividen sebagai passive income. Dividen inilah yang menjadi faktor utama passive income, karena Anda tidak perlu melakukan apapun (hanya simpan saham) untuk bisa dapat dividen. 

Sedangkan kalau trader saham, Anda harus lebih aktif dalam transaksi trading jangka pendek, sehingga aktivitas trader saham bisa dikatakan sebagai active income, bukan passive income. 

Lalu, apa saja yang harus Anda persiapkan supaya bisa memiliki passive income di saham? Berikut cara-cara investasi untuk passive income: 

1. Pilih perusahaan yang punya kinerja bagus dalam jangka panjang

Passive income di saham bisa didapatkan apabila Anda memilih perusahaan yang memiliki kinerja bagus dan unggul di sektornya. Karena perusahaan-perusahaan yang punya kinerja baik, harga sahamnya punya potensi lebih untuk naik dalam jangka panjang. 

Selain itu, emiten-emiten yang unggul juga selalu membagikan dividen rutin pada pemegang saham. Dividen ini bisa menjadi passive income untuk Anda.   

Ingat bahwa dalam mendapatkan passive income, hendaknya selain mendapatkan dividen, Anda juga mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham itu sendiri. Jangan sampai Anda mendapat dividen tiap tahun, namun saham yang anda pegang harganya turun terus dalam jangka panjang. 

Itulah mengapa penting bagi Anda untuk memilih perusahaan yang punya kinerja baik, dan saham-saham yang punya historis harga saham jangka panjang yang naik/ uptrend. 

2. Pilih perusahaan yang membagikan dividend per share (DPS) yang tinggi

Selain kinerja yang baik (poin 1), Anda disarankan untuk memilih perusahaan yang membagikan dengan dividend per share (DPS) / dividen per saham yang tinggi.

Di Bursa Efek, banyak perusahaan yang membagikan dividen, tetapi tidak semua perusahaan membagikan dividen yang besar. Peran dividen untuk mendapatkan passive income ini sangat penting. 

Kalau Anda memilih perusahaan yang membagikan DPS besar di sektornya, maka passive income yang Anda dapatkan akan semakin besar dan maksimal, demikian juga sebaliknya. 

Jadi, jika tujuan Anda adalah mendapatkan passive income, maka jangan pernah melupakan peran dividen di portofolio. 

3. Konsisten di satu sampai dua saham dulu

Pilihlah hanya satu sampai dua saham yang punya kinerja baik, yang bisa membagikan dividen besar. Saham tersebut harus Anda investasikan, bukan ditradingkan. Mengapa? 

Karena kalau Anda membeli terlalu banyak saham untuk investasi, maka Anda pun harus membagi modal untuk diversifikasi di banyak saham. Hal tersebut akan menyebabkan hasil investasi passive income Anda, terutama dari dividen tidak akan maksimal.

Sedangkan kalau Anda beli hanya satu sampai dua saham, Anda bisa fokus memaksimalkan profit dan dividen, karena bisa menaruh semua modal hanya di satu saham. 

Selain itu, dengan membeli terlalu banyak saham, Anda harus membagi fokus untuk memilih saham-saham yang baik. Ini juga membuang waktu Anda. Untuk yang punya kesibukan-kesibukan lain misalnya bekerja kantoran, tentu saja memilih banyak saham untuk investasi tidaklah efektif. 

Tidak sedikit investor saham yang memulai dengan modal kecil. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk konsisten pada sedikit saham dulu. 

Jika modal Anda sudah berkembang, barulah bisa pertimbangkan untuk menambah jumlah diversifikasi saham Anda. 

4. Rutin membeli saham

Kalau Anda ingin mendapatkan passive income yang maksimal, maka Anda harus rutin membeli saham. Modal kecil bukan menjadi penghalang untuk mendapatkan passive income melalui investasi saham. 

Tambah modal secara bertahap dengan sistem nabung saham.  Anda harus mengatur keuangan dan menyisihkan modal Anda, supaya bisa menambah porsi saham Anda. 

Salah satu kunci utama untuk mendapatkan passive income saham adalah kekonsistenan dan disiplin Anda dalam menambah modal dan mengatur uang Anda. 

Kesimpulannya, passive income dari saham bisa diraih apabila Anda memilih saham yang kinerjanya baik, pilih perusahaan yang rutin membagikan dividen tiap tahun, dan juga harus konsisten dalam membeli saham dan menambah modal. Jangan terburu menjual saham, atau terburu melakukan diversifikasi. Lakukan secara bertahap.